Hidup adalah sebuah pilihan. Dan setiap orang harus memilih bagaimana cara dia menghadapi kehidupannya. Dari setiap pilihan yang dibuat akan nampak siapa anda sebenarnya! Daud adalah seorang pemenang. Bukan karena dia berhasil mengalahkan Goliat. Tetapi kemenangan itu sudah diraihnya ketika dia yakin bahwa dia akan menang sebelum pertarungan dimulai. Sebaliknya para pengintai Kanaan telah menjadi pecundang saat mereka mengatakan "kami hanya seperti belalang" Berarti semua tergantung pilihan anda. So.. jangan salah memilih!!! Kehidupan yang dijalani setiap orang memang adalah sebuah pilihan. Ketika manusia memilih untuk menghadapinya dengan keberanian untuk menaklukkannya maka kehidupan akan menjadi sebuah tantangan yang selalu siap untuk dihadapi.
Namun jika kelemahan dan keraguan menjadi pilihan hidupnya maka masalah akan menjadi sebuah tantangan yang mengharuskan dirinya untuk berlari, menghindar dan mencari jalan aman untuk dirinya sendiri
Apa pilihanmu hari ini? Pilihlah untuk menjadi pemenang pada hari ini sebelum masalah itu datang. Dari pada hidup dalam keraguan dan menjadi terkejut dengan masalah yang tiba-tiba saja ada, dan membuatmu memilih untuk berlari mencari jalan aman untuk terhindar dari masalah itu.
Mengapa harus menghindar dari masalah? Adakah kehidupan yang luput dari masalah? Bukankah tidak satupun sisi kehidupan yang terbebas dari masalah? Bahkan Yesus pun tidak pernah berjanji bahwa setiap orang yang mengikuti-Nya, bahkan yang taat sekalipun akan terbebas dari masalah. Tetapi yang Dia janjikan adalah "janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" (Yesaya 41:10).
Ayo tentukan pilihanmu dalam menghadapi hidup dengan keyakinan bahwa engkau adalah pemenang dalam segala perkara. Daripada memilih untuk menjadi pencundang yang terus menerus merasa aman dengan menghindari masalah tanpa pernah menghadapinya, untuk dapat keluar sebagai pemenang! (PN) Read More..
Kemustahilan seringkali membuat kita memilih untuk berhenti berdoa. Karena memang sangatlah sulit untuk tetap berdoa ketika kita tidak melihat jawaban dari doa-doa kita. Apalagi ketika melihat doa-doa orang lain telah terjawab sementara kita terus berdoa dan berdoa tetapi....
Hana istri Elkana berada dalam sebuah kemustahilan untuk memperoleh seorang anak karena dia mandul. Pasangan suami istri ini tahu bahwa Tuhan telah menutup kandungan Hana sehingga sangatlah mustahil baginya untuk melahirkan seorang anak. Makanya Elkana terus saja menghibur dia agar tidak bersedih karena hal itu. Bertahun-tahun Hana bertahan, terhina dan hanya menangisi keadaannya, namun harapannya untuk memiliki seorang anak tidak pernah hilang. Dan hal itu mendorong Hana untuk menyerukan hal ini kepada Tuhan.
Dia meminta seorang anak laki-laki yang sebenarnya sangat mustahil untuk diperoleh karena dia mandul.
Apakah Hana tidak menyadari hal itu?
Hana sadar, dan tahu betul bahwa dia mandul. Tetapi dia tetap meminta sekalipun baginya itu sesuatu yang mustahil.
Pernahkah saudara berdoa dan mengharapkan sesuatu yang sangat mustahil terjadi? Hana telah berdoa dalam kemustahilan itu. Hana tidak dapat menolong dirinya sendiri. Dia tahu bahwa hanya Tuhanlah yang dapat menolongnya karena Tuhan sendiri yang telah menutup rahimnya. Dicurahkannya kesusahan hatinya kepada Tuhan untuk sesuatu yang sangat ia rindukan. Dia tidak melihat pada kemustahilan tetapi melihat kepada Allah yang sanggup membawanya melewati segala yang mustahil. Dan hal itu membuat Tuhan mengingat dia, dan memberikan apa yang menjadi kerinduan hatinya (I Sam 1:19b).
Bagaimana dengan anda saat ini? Adakah yang sedang anda doakan yang nampak sangat mustahil? Atau anda telah berhenti berdoa karena telah menjadi letih menanti jawaban doa yang tidak kunjung tiba?
Dalam Likas 18:1, Yesus sendiri mengajarkan agar kita tetap berdoa dengan tidak jemu-jemu. Tetaplah berdoa dan jangan berhenti untuk berharap. Karena seringkali jawaban doa-doa kita tiba ketika semuanya tampak tidak dapat diharapkan lagi. Semua jalan telah tertutup dan yang ada dihadapan kita hanyalah tembok yang keras dan sangat mustahil untuk dilewati.
Jangan menyerah menghadapi kemustahilan dan jangan enggan untuk memintanya kepada Tuhan. Seperti seorang anak kecil yang bebas untuk meminta apa saja kepada bapanya, dimana terkadang si anak pun tidak mengerti bahwa apa yang diminta itu mustahil untuk diperolehnya. Yang dia tahu permintaan itu telah sampai kepada bapanya. Dan bapa yang bijaksana pasti tahu untuk memilih mana yang terbaik yang akan diberikan kepada anaknya.
Bukankah Bapa kita yang di surga melebihi bapa yang di bumi?
Jangan berhenti berdoa sekalipun engkau belum melihat jawaban doa itu.
Kalau saat ini Allah sedang membawamu untuk berhadapan dengan sesuatu yang sangat mustahil, percayalah bahwa Dia sedang mempersiapkan mujizat-Nya untuk dinyatakan bagimu. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang mustahil adalah bagian Allah. Dan Dia sangat berkuasa untuk menyelesaikan hal-hal yang mustahil. (PN) Read More..
Menjadi manusia baru adalah menjadi manusia yang memiliki karakter yang berbeda dengan karakter yang lama. Proses untuk berubah menjadi manusia baru ini memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama serta kadang bisa sangat menyakitkan. Menjadi manusia baru berarti harus siap untuk mengatakan “TIDAK” terhadap karakter dan kebiasaan lama. Setiap orang tentu rindu untuk menjadi manusia yang baru, tetapi tidak semua orang siap menolak ketika keinginan dari karakter lama itu kembali datang. Dengan kata lain untuk dapat mengenakan manusia baru ini terlebih dahulu kita harus mengalami proses kematian terhadap manusia lama kita. Nah, proses kematian terhadap manusia lama inilah yang membutuhkan waktu, kesungguhan dan penyerahan yang total kepada Allah. Mematikan keinginan manusia lama kita sangat menyakitkan dan tidak semua orang siap melakukan hal ini. Makanya untuk menjadi manusia baru bukanlah sesuatu yang instant namun dapat juga menjadi sesuatu yang sangat lama. Hal itu tergantung dari kesiapan kita.
Salah satu medan yang menjadi rebutan antara dosa dan kekudusan adalah pikiran. Yang mana dosa dan kekudusan sama-sama berhak untuk menguasainya. Pikiran kita adalah salah satu faktor yang sangat menentukan, tergantung kepada siapa kita akan menaklukan pikiran kita. Ketika kita terus menerus memikirkan perbuatan-perbuatan dosa kita akan terjebak didalamnya dan kita pun tidak akan sanggup untuk menghilangkan itu dari dalam pikiran kita. Sebaliknya ketika kita mulai memikirkan hal-hal yang baru di dalam Tuhan, maka pikiran-pikiran yang baru akan mewarnai pikiran kita dan sekaligus menggantikan pikiran-pikiran lama yang penuh dengan dosa. Menaklukkan pikiran kita kepada kekudusan membuat dosa tidak punya tempat didalamnya.
Mulailah memfokuskan pikiran kita kepada Tuhan. Pikirkanlah hal-hal yang kudus di dalam Tuhan. Baharuilah pikiran kita dengan hal-hal rohani. Jangan memberi tempat sedikit pun untuk memikirkan perbuatan dosa.
"Ef 4:22-24 “ yaitu bahwa kamu, berhubungan dengan kehidupan kamu yang dahulu,harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan. PN) Read More..
Terimakasih atas kunjungan anda. Selamat datang dan selamat bergabung dalam ruang kesaksian ini...
Semua kisah kehidupan yang disaksikan diruang ini hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Dan kiranya dapat memberkati setiap pengunjung..
Bagi yang ingin berbagi kesaksian dalam ruang ini, dapat menghubungi email sing4jc@yahoo.com.
Tuhan Yesus Memberkati.