span.fullpost {display:inline;}

Sabtu, 18 Januari 2014

MEMANDANG PADA JANJI ALLAH

Bilangan 14:1-38 Sudah menjadi kebiasaan keluarga Toms untuk melakukan liburan bersama anak-anak mereka sebagai hadiah pada akhir semester. Dealbelle, anak yang sulung terpaksa tidak dapat ikut dalam liburan kali ini, karena nilai pelajaran yang tidak memuaskan hati ayah dan ibunya. Sangat masuk akal jika anak ini tidak memperoleh nilai yang baik karena dalam melewati masa-masa belajar disekolah, dilewati dengan sungutan setiap kali harus mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Nasehat guru dan orang tuanya supaya belajar dengan giat dibalas dengan omelan. Kebiasaan bersungut dan mengomel lambat laun membuatnya menjadi malas dan susah diatur. Dan hasilnya nampak pada nilai-nilainya diakhir semester.

Dan pada akhir semester ketika orang tuanya memenuhi janji mereka untuk berlibur bersama anak-anaknya, Dealbelle tidak dapat ikut karena harus mengerjakan kembali tugas-tugas yang pernah dia abaikan untuk mengejar ketinggalan pelajaran. Anak ini kehilangan kesempatan untuk menikmati janji orang tuanya karena kesalahannya sendiri.

Bangsa Israel tidak memandang pada janji Allah bahwa Dia akan membawa mereka ke negri yang berlimpah susu dan madunya. Mereka hidup dalam sungutan hingga kehilangan kesempatan untuk menikmati janji-janji Allah. Janji Allah kepada kita selalu disertai dengan syarat yang tentunya harus kita lakukan dengan setia. Dan janji itu hanya dapat kita nikmati ketika kita melakukan syarat yang mengikutinya. Berbeda dengan janji manusia, janji Allah tidak pernah gagal dalam kehidupan kita. Ketika Allah berjanji maka Dia pasti akan menepatinya, hanya diperlukan hati yang sabar dalam melakukan syarat-syarat yang telah Allah tetapkan. Sebagaimana janji Allah tertulis dalam Alkitab, maka syarat-syaratnya pun ada di dalam Alktab. Bagi orang yang percaya dan melakukan firman Tuhan dengan setia, maka dialah yang akan menikmati janji-janji Allah.

Lakukanlah firman Tuhan setiap saat, bahkan disaat keadaan sulit sekalipun tetapkan hati untuk tetap melakukan firman Tuhan dengan keyakinan bahwa dibalik semua kesulitan tersedia janji Allah yang akan kita nikmati. Jangan membiasakan diri untuk bersungut-sungut seperti bangsa Israel. Karena setiap sungutan yang keluar dari mulut kita adalah langkah mundur yang membuat kita semakin jauh dari janji Allah. Tetapi kesetiaan dalam melakukan firman-Nya disertai dengan ucapan syukur akan membawa kita semakin hari semakin dekat pada janji Allah. (PN)